1. Komitmen DPRD Jabar terhadap Pengendalian Pencemaran Udara
DPRD Jawa Barat menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan pro lingkungan, khususnya terkait https://aspirasidprdjabar.com/ pengendalian pencemaran udara. Melalui fungsi legislasi, DPRD mendorong penguatan Perda tentang pengawasan emisi kendaraan bermotor dan industri. Mereka mengusulkan sanksi tegas bagi pelanggar baku mutu udara serta insentif bagi perusahaan yang menerapkan teknologi ramah lingkungan. Selain itu, DPRD Jabar aktif mengawasi implementasi kebijakan ganjil-genap di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya. Langkah ini bertujuan menurunkan kadar polutan seperti PM2.5 yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat.
2. Mendorong Percepatan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Dalam rangka mendukung kebijakan pro lingkungan, DPRD Jabar mengaspirasikan pentingnya sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Mereka mengkritisi masih banyaknya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang beroperasi tanpa pengolahan leachate yang memadai. DPRD mengusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PLTSa) di beberapa kabupaten/kota. Selain itu, mereka mendorong peran aktif bank sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai melalui edukasi massal. Aspirasi ini juga mencakup pengawasan ketat terhadap izin usaha pengelolaan limbah B3.
3. Memperkuat Pelestarian Kawasan Resapan Air dan Hutan Lindung
DPRD Jabar menyuarakan pentingnya mempertahankan kawasan resapan air di wilayah utara dan selatan Jawa Barat, mengingat ancaman alih fungsi lahan. Mereka mendorong evaluasi tata ruang daerah agar moratorium perumahan di zona resapan air diperketat. DPRD juga mengaspirasikan rehabilitasi hutan lindung seperti di kawasan Bandung Utara dan Kabupaten Bogor. Melalui fungsi anggaran, mereka mengalokasikan dana khusus untuk program penghijauan dan pembangunan sumur resapan. Selain itu, DPRD mengawasi kinerja Dinas Kehutanan dalam menindak illegal logging dan perambahan hutan secara ilegal.
4. Mendorong Transisi Energi Terbarukan dan Ramah Lingkungan
Aspirasi DPRD Jabar dalam kebijakan pro lingkungan juga mencakup transisi energi dari fosil ke energi terbarukan. Mereka mengusulkan percepatan pemasangan panel surya pada gedung pemerintahan dan fasilitas umum. DPRD mendorong insentif pajak bagi rumah tangga dan industri yang menggunakan energi bersih. Selain itu, mereka mengkritisi rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga uap batubara baru di wilayah pesisir utara. DPRD meminta pemerintah provinsi untuk memperbanyak Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air skala mikro. Langkah ini sejalan dengan target Net Zero Emission 2060.
5. Meningkatkan Pengawasan dan Partisipasi Publik dalam Kebijakan Lingkungan
DPRD Jabar meyakini bahwa kebijakan pro lingkungan hanya akan berhasil jika disertai pengawasan ketat dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, mereka mengaspirasikan pembentukan posko pengaduan lingkungan berbasis digital yang terintegrasi. DPRD juga mendorong adanya dana partisipasi bagi komunitas peduli lingkungan yang melaporkan pencemaran. Melalui rapat dengar pendapat, mereka mengundang LSM lingkungan dan warga terdampak untuk memberi masukan langsung. Selain itu, DPRD memastikan setiap Amdal proyek strategis provinsi dibahas secara transparan. Langkah terakhir adalah mengusulkan penghargaan tahunan bagi desa/kota dengan kinerja lingkungan terbaik.
