Malaysia Memblokir AI Grok Milik Elon Musk Karena Gambar Eksplisit Tanpa Persetujuan

Malaysia Memblokir AI Grok Milik Elon Musk Karena Gambar Eksplisit Tanpa Persetujuan

KUALA LUMPUR, MALAYSIA — Malaysia telah bergabung dengan Indonesia dalam memblokir sementara akses ke Grok, chatbot AI dari xAI milik Elon Musk. Tindakan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) ini menyusul meningkatnya kekhawatiran internasional tentang penggunaan chatbot tersebut dalam pembuatan gambar yang tidak berdasarkan persetujuan, eksplisit secara seksual, dan dimanipulasi, khususnya terhadap perempuan dan anak di bawah umur.

Meningkatnya Kekhawatiran Global

Larangan ini menyoroti meningkatnya kekhawatiran internasional tentang alat AI generatif yang mampu menciptakan konten berbahaya https://www.kabarmalaysia.com/ tanpa persetujuan. Regulator di negara-negara seperti Inggris, India, Prancis, dan Australia telah menyatakan keprihatinan yang signifikan dan sedang menyelidiki masalah ini. Ofcom, regulator media Inggris, sedang menyelidiki X (sebelumnya Twitter) atas potensi pelanggaran kewajibannya untuk melindungi pengguna dari konten ilegal. Pejabat Inggris juga mempertimbangkan undang-undang untuk mengkriminalisasi perusahaan yang menyediakan alat khusus untuk membuat “aplikasi ketelanjangan” dan deepfake seksual lainnya.

Tindakan Regulasi dan Perlindungan yang Tidak Memadai

MCMC menyatakan telah mengeluarkan pemberitahuan resmi kepada X Corp. dan xAI yang meminta pengamanan efektif untuk mencegah konten yang melanggar hukum Malaysia. Namun, tanggapan tersebut, yang sebagian besar bergantung pada laporan pengguna, dianggap tidak memadai.

MCMC menyebut pembatasan tersebut sebagai “langkah pencegahan dan proporsional sementara proses hukum dan peraturan sedang berlangsung,” menambahkan bahwa blokade akan tetap berlaku sampai pengamanan yang efektif diterapkan dan diverifikasi.

Larangan Indonesia tersebut dikeluarkan sehari sebelumnya, dengan Menteri Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa deepfake seksual tanpa persetujuan dipandang sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan martabat.

xAI dan Tanggapan Musk

Menanggapi kontroversi tersebut, xAI baru-baru ini membatasi pembuatan gambar Grok hanya untuk pelanggan berbayar, sebuah langkah yang dikritik karena dianggap tidak sepenuhnya mengatasi masalah memfasilitasi pembuatan gambar tanpa persetujuan. Elon Musk menyatakan bahwa pengguna yang membuat konten ilegal dengan Grok akan menghadapi konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggahnya ke X.

Email pers resmi perusahaan telah menanggapi pertanyaan dengan “Kebohongan Media Lama,” sebuah tanggapan yang belum memuaskan para regulator. Pengawasan global yang sedang berlangsung menggarisbawahi tantangan yang dihadapi regulator dalam mengatur teknologi AI yang berkembang pesat dan potensi penyalahgunaannya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top